Obat yang Membunuh Para Pencarinya
Eliksir keabadian (仙丹 xiāndān, secara harfiah berarti "pil abadi") adalah ide paling berbahaya dalam mitologi Tiongkok. Selama lebih dari dua ribu tahun, kaisar, alkemis, dan pencari biasa mengejar sebuah zat yang dapat memberikan kehidupan abadi. Ironisnya sangat tragis: eliksir yang sebenarnya mereka hasilkan — senyawa berbasis merkuri, pil timbal, campuran arsenik — membunuh lebih banyak pencarinya dibanding penyakit apa pun yang mereka harap bisa dihindari.
Qin Shi Huang: Si Pecandu Pertama
Semuanya dimulai, seperti begitu banyak hal dalam sejarah Tiongkok, dengan Kaisar Pertama. Qin Shi Huang (秦始皇 Qín Shǐhuáng) menyatukan Tiongkok pada 221 SM dan segera mengalihkan perhatiannya pada satu musuh yang tak bisa ia taklukkan: kematian.
Ia mengirim alkemis Xu Fu (徐福 Xú Fú) bersama tiga ribu anak laki-laki dan perempuan untuk mencari pulau mitos Penglai (蓬莱 Pénglái), tempat para abadi dikatakan tinggal dan di mana eliksir itu bisa didapatkan. Xu Fu berlayar ke timur dan tidak pernah kembali. Tradisi Jepang mengklaim ia mendarat di Jepang dan menjadi nenek moyang bangsa Jepang — yang jika benar, menjadikan pencarian keabadian ini sebagai kegagalan paling berpengaruh dalam sejarah maritim Tiongkok.
Sementara itu, Qin Shi Huang mengonsumsi senyawa berbasis merkuri yang diresepkan oleh para alkimis istananya. Merkuri — logam cair berwarna perak yang berat — memikat para alkemis kuno di berbagai budaya, namun para alkemis Tiongkok sangat terpikat padanya. Mereka menyebutnya "perak hidup" dan percaya sifat transformasi dari merkuri bisa mengubah daging fana menjadi zat abadi.
Kaisar Pertama meninggal pada usia 49 tahun, hampir pasti akibat keracunan merkuri. Makamnya, yang dijaga oleh Tentara Terakota, dikabarkan berisi sungai merkuri cair — unsur yang membunuhnya, dipuja sebagai unsur yang melindunginya dalam kematian.
Alkimia Keabadian
Alkimia Tiongkok (炼丹术 liàndān shù) berjalan berdasarkan kerangka teori yang canggih. Alam semesta terdiri dari kekuatan yin dan yang serta lima elemen (五行 wǔxíng): logam, kayu, air, api, dan tanah. Tugas alkemis adalah menggabungkan elemen-elemen ini dalam takaran yang tepat, menggunakan tungku dan suhu khusus, untuk menghasilkan zat yang mampu menyelaraskan energi internal tubuh dan menghentikan proses penuaan.
Bahan utamanya sangat berbahaya:
Sinabar (丹砂 dānshā) — Sulfida merkuri. Berwarna merah, indah, dan beracun. Warna merahnya melambangkan vitalitas dan arah selatan. Para alkemis memanaskannya untuk mengekstrak merkuri murni, lalu menggabungkan merkuri dengan sulfur dalam siklus berulang, percaya bahwa setiap siklus semakin memurnikan zat tersebut.
Timbal (铅 qiān) — Mewakili yin dan bulan. Digabungkan dengan merkuri (yang dan matahari) untuk menciptakan apa yang diyakini alkemis sebagai keseimbangan sempurna kekuatan kosmik.
Realgar (雄黄 xiónghuáng) — Sulfida arsenik. Digunakan dalam eliksir tingkat rendah dan juga diminum yang dilarutkan dalam anggur selama Festival Perahu Naga (端午节 Duānwǔ Jié) untuk mengusir roh jahat.
Korban Kematian Kekaisaran
Daftar kaisar Tiongkok yang meninggal akibat mengonsumsi eliksir alkimia masih berlanjut...