Cara Berdoa di Kuil Cina: Panduan Praktis
Saya telah mengamati para turis di kuil Cina melakukan berbagai hal yang mencolok. Saya telah melihat orang-orang mematikan dupa seperti meniup lilin ulang tahun. Saya telah melihat orang-orang berfoto selfie dengan punggung menghadap kepada dewa utama. Saya juga melihat seseorang mencoba bersalaman dengan patung Guanyin (观音).
Semua hal ini tidaklah benar.
Etiket kuil Cina tidaklah rumit, tetapi sangat spesifik. Aturan-aturan ini ada karena alasan — beberapa bersifat spiritual, beberapa praktis, dan beberapa hanya tradisional. Baik Anda seorang yang percaya yang mencari berkat atau seorang pelancong yang mencari pemahaman, mengetahui dasar-dasarnya akan membuat kunjungan Anda ke kuil lebih bermakna dan kurang memalukan.
Sebelum Anda Masuk
Bergaya sopan. Bahu dan lutut harus tertutup. Ini bukanlah aturan ketat di sebagian besar kuil, tetapi menunjukkan rasa hormat. Beberapa kuil (khususnya biara Budha) akan menolak pengunjung yang mengenakan celana pendek atau kaus tank.
Lepaskan topi Anda. Ini bersifat universal. Topi harus dilepas di dalam aula kuil.
Kaki mana dulu? Kuil tradisional memiliki ambang yang lebih tinggi (门槛, mén kǎn) di pintu masuk. Langkahi — jangan injak ambang tersebut. Menginjak ambang dianggap tidak sopan. Jika pintu memiliki panel kiri dan kanan, masuklah melalui sisi kanan (saat Anda menghadap pintu) dan keluar melalui sisi kiri. Bagian tengah diperuntukkan bagi dewa.
Silencing ponsel Anda. Lebih baik lagi, simpan jauh-jauh. Anda memasuki ruang di mana orang-orang berdoa. Nada dering selama seseorang berdoa bukan hanya tidak sopan — dalam kepercayaan rakyat, hal tersebut dapat mengganggu hubungan spiritual antara pemuja dan dewa.
Ritual Dupa
Dupa (香, xiāng) adalah elemen paling mendasar dalam penyembahan kuil Cina. Asapnya membawa doa ke atas kepada para dewa. Berikut cara melakukannya dengan benar:
Langkah demi Langkah
1. Beli dupa di kuil. Sebagian besar kuil menjual dupa dekat pintu masuk. Persembahan standar adalah tiga batang (三炷香, sān zhù xiāng).
2. Nyalakan dupa. Gunakan api bersama kuil (biasanya lilin besar atau lampu minyak). Nyalakan ketiga batang sekaligus.
3. Padamkan api. JANGAN mematikannya dengan meniup. Gerakkan tangan Anda atau goyangkan batangnya perlahan hingga api padam, meninggalkan dupa yang menyala. Meniup dianggap tidak sopan — napas Anda dianggap tidak murni dibandingkan dengan api suci. Lihat juga Kalender Agama Cina: Kapan Memuja Apa.
4. Pegang dupa dengan benar. Pegang ketiga batang bersama-sama di antara telapak tangan Anda, dengan tangan Anda ditekan bersama dalam posisi berdoa (合十, hé shí). Dupa harus menghadap ke atas, pada ketinggian dahi.
5. Hadap Dewa Utama. Berdirilah di depan aula utama, menghadap patung utama.
6. Bow tiga kali. Setiap penghormatan adalah sedikit membungkuk ke depan dari pinggang, dengan dupa dipegang pada level dahi. Tiga penghormatan ini mewakili penghormatan kepada Buddha (atau dewa), Dharma (ajaran), dan Sangha (komunitas).
7. Tanam dupa. Berjalanlah ke tempat pembakar dupa (香炉, xiāng lú) dan tanam ketiga batangnya.