Dewa Yang Paling Dicintai
Guanyin (观音, Guān Yīn), nama lengkap Guanshiyin (观世音, "Orang yang Merasakan Suara Dunia"), adalah dewa yang paling banyak disembah di Asia Timur. Dia adalah wujud Cina dari bodhisattva India Avalokiteshvara — dan salah satu contoh transformasi budaya paling luar biasa dalam sejarah agama.
Transformasi Gender
Salah satu aspek paling menarik dari Guanyin adalah peralihan dari pria ke wanita: - Dalam agama Buddha India, Avalokiteshvara adalah laki-laki - Dalam agama Buddha Tiongkok awal (sebelum Dinasti Tang), Guanyin digambarkan sebagai laki-laki - Pada Dinasti Song (960-1279), Guanyin didominasi oleh perempuan di Tiongkok - Saat ini, Guanyin secara universal digambarkan sebagai perempuan dalam budaya Tiongkok
Mengapa Harus Berubah?
Para ulama mengajukan beberapa alasan: - Budaya Tiongkok membutuhkan dewa welas asih wanita yang tertinggi - Tradisi dewi pribumi digabungkan dengan tradisi impor Budha - Asosiasi kasih sayang dengan peran sebagai ibu dalam budaya Tiongkok - Cerita seperti legenda Putri Miaoshan memberikan cerita asal usul perempuanLegenda Putri Miaoshan
Kisah asal Tiongkok paling populer untuk Guanyin: 1. Putri Miaoshan menentang keinginan ayahnya untuk menikah 2. Dia malah masuk biara 3. Ayahnya yang marah membakar biara 4. Dia terus mempraktikkan belas kasih meski dianiaya 5. Saat ayahnya jatuh sakit, dia mengorbankan mata dan lengannya sendiri untuk menyembuhkan ayahnya 6. Tergerak oleh belas kasihnya, dia berubah menjadi Guanyin yang berlengan seribu dan bermata seribu
Bentuk Guanyin
| Formulir | Deskripsi | Signifikansi | |---|---|---| | Berjubah Putih (白衣) | Berbaju putih, memegang pohon willow dan vas | Kemurnian, penyembuhan | | Bersenjata Seribu (千手) | Dengan banyak tangan dan mata | Kasih sayang yang tak terbatas menjangkau kemana-mana | | Laut Selatan (南海) | Berdiri di atas ombak dengan naga | Perlindungan bagi Pelaut | | Pemberian Anak (送子) | Menggendong bayi | Kesuburan, menjadi ibu | | Keranjang Ikan (鱼篮) | Membawa keranjang ikan | Mengajar melalui kerendahan hati |Kekuatan dan Sumpah
Sumpah utama Guanyin adalah membantu semua makhluk hidup: - Dia mendengar setiap tangisan penderitaan di dunia - Dia muncul dalam bentuk apa pun yang paling membantu orang yang membutuhkan - Dia menunda pencerahan sempurnanya sampai semua makhluk diselamatkan - Dia dapat tampil sebagai pria, wanita, anak-anak, atau orang tua sesuai kebutuhan
Dampak Budaya
Pengaruh Guanyin sangat besar: - Kuil: Kuil khusus Guanyin ada di Tiongkok, Jepang, Korea, dan Asia Tenggara - Sastra: Tokoh utama dalam Journey to the West - Seni: Salah satu tokoh yang paling banyak digambarkan dalam sejarah seni Asia - Nama: "Guanyin" direferensikan dalam nama pribadi dan nama tempat yang tak terhitung jumlahnya - Kehidupan sehari-hari: "Amitabha" dan "Guanyin memberkatimu" adalah ekspresi umum - Vegetarianisme: Ulang tahun Guanyin diperingati dengan pesta vegetarian
Guanyin dalam Perjalanan ke Barat
Dalam Journey to the West, Guanyin memainkan peran penting: - Memilih Tripitaka untuk berziarah - Merekrut Sun Wukong, Pigsy, dan Sandy sebagai pelindung - Melakukan intervensi untuk menyelamatkan para peziarah dalam situasi yang mengerikan - Menyediakan ikat kepala emas untuk mengendalikan Sun Wukong. Ini cocok dipadukan dengan Empat Raja Surgawi: Penjaga di Setiap Gerbang Kuil.
Perannya dalam novel mencerminkan posisinya dalam agama Tiongkok: dewa yang paling dekat dengan urusan manusia, dewa yang Anda panggil ketika semua bantuan lain gagal.