Kenapa Delapan?
Delapan Dewa Abadi (八仙, Bāxiān) adalah kelompok yang paling dikenali dalam mitologi Tiongkok. Mereka muncul di dinding restoran, ukiran kuil, dekorasi Tahun Baru, dan kartun anak-anak. Mereka begitu melekat dalam budaya Tiongkok sehingga frasa "delapan dewa abadi melintasi laut, masing-masing menunjukkan keterampilan khususnya" (八仙过海,各显神通) adalah idiom umum yang berarti "setiap orang memberikan kemampuan uniknya."
Tapi mengapa yang delapan ini? Dan mengapa mereka begitu populer?
Jawabannya terletak pada keragaman mereka. Delapan Dewa Abadi mewakili potongan silang masyarakat Tiongkok: pria dan wanita, muda dan tua, kaya dan miskin, terdidik dan buta huruf. Berbeda dengan Pengadilan Surgawi yang hierarkis, Delapan Dewa Abadi adalah setara. Mereka adalah tim, bukan birokrasi.
Daftar Nama
Zhongli Quan (钟离权) — Seorang pria gemuk tanpa perut yang membawa kipas. Dia adalah seorang jenderal yang gagal dalam pertempuran dan menjadi pertapa. Kipasyang dibawanya dapat menghidupkan orang mati.
Lü Dongbin (吕洞宾) — Yang paling populer di antara delapan. Seorang cendekiawan yang menyerahkan ambisi duniawi setelah sebuah mimpi menunjukkan kepadanya sia-sianya kesuksesan. Dia membawa pedang yang membunuh iblis dan merupakan pelindung tukang cukur (untuk alasan yang tidak bisa dijelaskan sepenuhnya).
He Xiangu (何仙姑) — Satu-satunya wanita. Dia mencapai keabadian dengan memakan buah persik supernatural (atau ibu mutiara, tergantung versi). Dia membawa bunga teratai. Bandingkan dengan Simbol Delapan Dewa Abadi: Makna Tersembunyi dalam Seni Tiongkok.
Li Tieguai (铁拐李) — Li dengan Kruk Besi. Jiwanya meninggalkan tubuhnya saat meditasi, dan ketika ia kembali, tubuhnya telah dibakar. Dia terpaksa mendiami tubuh seorang pengemis yang sudah mati — itulah sebabnya dia memiliki kruk dan penampilan yang acak-acakan. Dia adalah pelindung orang sakit dan penyandang disabilitas.
Han Xiangzi (韩湘子) — Seorang pemuda yang memainkan seruling yang membuat bunga-bunga mekar. Dia adalah keponakan (atau cucu keponakan) dari cendekiawan besar Dinasti Tang Han Yu, yang tidak setuju dengan minat mistisnya.
Cao Guojiu (曹国舅) — Seorang anggota keluarga kekaisaran yang meninggalkan kekayaan dan statusnya. Dia membawa castanet dan merupakan pelindung aktor.
Zhang Guolao (张果老) — Seorang kakek yang menunggangi keledai putih dengan cara mundur. Keledai itu dapat dilipat seperti kertas dan disimpan dalam saku. Dia diasosiasikan dengan umur panjang dan sering digambarkan membawa drum tabung bambu.
Lan Caihe (蓝采和) — Yang paling misterius. Kadang-kadang digambarkan sebagai laki-laki, kadang-kadang perempuan, kadang-kadang sebagai anak-anak. Mereka membawa keranjang bunga dan menyanyikan lagu tentang ketidakabadian hidup. Ambiguitas gender mereka tidak biasa dalam mitologi Tiongkok dan telah menjadikan mereka subjek pembacaan queer modern.
Penyeberangan Laut
Cerita Delapan Dewa Abadi yang paling terkenal adalah penyeberangan lautan mereka. Alih-alih hanya terbang menyeberang (yang dapat mereka lakukan dengan mudah), setiap dewa abadi menggunakan benda magis mereka masing-masing sebagai wadah. Zhongli Quan menunggangi kipasnya. Lü Dongbin menunggangi pedangnya. Li Tieguai menunggangi kruknya.
Pesan dari cerita ini adalah tentang kontribusi individu — setiap orang memiliki sesuatu yang unik untuk ditawarkan.