Panduan Praktis Mengunjungi Kuil Tiongkok: Apa yang Boleh Dilakukan dan Apa yang Tidak Boleh Dilakukan

Bukan Museum

Kuil Tiongkok adalah situs keagamaan yang aktif. Orang-orang berdoa di sana, memberikan persembahan di sana, dan percaya bahwa para dewa hadir di sana. Mengunjungi kuil sebagai turis boleh saja – kuil menyambut pengunjung – tetapi memperlakukannya sebagai museum adalah tindakan yang tidak sopan.

Prinsip dasarnya: berperilaku seperti yang Anda lakukan di tempat mana pun yang dianggap suci oleh orang lain. Bersikaplah tenang, penuh hormat, dan patuhi adat istiadat setempat meskipun Anda tidak menganut kepercayaan yang sama.

Memasuki Kuil

Gerbang mana yang harus digunakan. Banyak kuil yang memiliki tiga gerbang masuk. Gerbang tengah diperuntukkan bagi para biksu dan dewa. Pengunjung harus menggunakan gerbang samping. Jika hanya ada satu gerbang, masuklah dari samping, bukan dari tengah.

Kaki mana yang lebih dulu. Melangkah melewati ambang pintu (jangan menginjaknya — ambang batas dianggap suci). Secara tradisional, masuk dengan kaki kiri melalui gerbang kiri dan kaki kanan melalui gerbang kanan.

Kode berpakaian. Tidak ada aturan berpakaian ketat, namun pakaian sopan dihargai. Hindari celana pendek, tank top, dan pakaian dengan gambar yang provokatif. Beberapa kuil menyediakan pakaian dalam bagi pengunjung yang berpakaian minim.

Menyalakan Dupa

Dupa (香, xiāng) adalah persembahan utama di kuil Tiongkok. Praktek standar:

1. Beli dupa di kuil (jangan bawa dupa sendiri — dupa kuil diberkati) 2. Nyalakan tiga batang kayu (三支香, sān zhī xiāng) — mewakili Buddha, Dharma, dan Sangha di kuil Buddha, atau langit, bumi, dan kemanusiaan di kuil Daois 3. Pegang dupa setinggi dahi dengan kedua tangan 4. Membungkuk tiga kali 5. Masukkan dupa ke dalam pembakar dupa (jangan ditiup – lambaikan atau biarkan padam secara alami)

Jangan menyalakan dupa dalam jumlah besar karena berpikir lebih banyak lebih baik. Tiga batang adalah standar. Dupa yang berlebihan dianggap pamer ketimbang menunjukkan pengabdian. Jelajahi lebih lanjut: Kalender Keagamaan Tiongkok: Kapan Harus Menyembah Apa.

Membuat Persembahan

Persembahan umum termasuk buah, bunga, dan makanan vegetarian. Persembahan daging tidak pantas dilakukan di kuil Buddha (Buddhisme melarang pembunuhan) tetapi dapat diterima di beberapa kuil penganut Taoisme dan agama rakyat.

Persembahan uang ditempatkan di kotak sumbangan, bukan di altar. Jumlahnya tidak menjadi masalah – ketulusan lebih penting daripada ukuran.

Fotografi

Tanyakan sebelum memotret. Banyak kuil mengizinkan fotografi di area luar ruangan, namun melarangnya di dalam aula tempat pemujaan dewa. Fotografi flash hampir selalu dilarang. Jangan pernah memotret orang yang sedang salat tanpa izinnya.

Tongkat Keberuntungan (求签)

Banyak kuil yang menawarkan tongkat keberuntungan (签, qiān) — batang bambu bernomor yang dikocok dari wadah hingga terjatuh. Angka tersebut sesuai dengan slip keberuntungan yang memberikan petunjuk.

Prosesnya: berlutut di hadapan dewa, nyatakan pertanyaan Anda dalam hati, kocok wadah hingga salah satu batangnya terjatuh, lalu ambil slip keberuntungan yang sesuai. Jika Anda tidak yakin apakah tongkatnya benar, gunakan balok bulan (筊杯, jiǎobēi) — balok kayu berbentuk bulan sabit yang dilempar untuk mendapatkan jawaban ya/tidak dari dewa.

Kesalahan Umum

Menunjuk pada dewa. Jangan menunjuk patung dengan jari Anda. Jika Anda perlu menunjukkan dewa, gunakan telapak tangan terbuka.

Menyentuh patung. Jangan menyentuh patung dewa kecuali diminta oleh staf kuil.

Berbalik. Saat meninggalkan kehadiran dewa, mundurlah daripada membelakangi. Ini berlaku untuk dewa utama candi, tidak untuk semua patung.

Duduk di ambang pintu. Jangan pernah duduk di ambang pintu kuil. Ambang batas dianggap sebagai batas antara yang sakral dan yang duniawi.

Tentang Penulis

Pakar Dewa \u2014 Sarjana tradisi keagamaan Tiongkok yang mencakup Taoisme, Buddhisme, dan agama rakyat.